Broken







Setiap manusia dikaruniai sebuah rasa. Dimana perasaan itu terkadang jatuh ditempat yang salah. Perasaan cinta yang terlalu berlebih kepada lawan jenis sebelum ikatan halal terjalin, akan menimbulkan luka.

Hal semacam itu di zaman sekarang ini bisa kita sebut dengan istilah patah hati. Yaappss patah hati merupakan suatu metafora umum yang digunakan untuk menjelaskan sakit emosional atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai.

Ketika apa yang diharapkan tak sejalan dengan kenyataan. Kekecewaan yang timbul akan menyebabkan luka, luka yang mendalam pada hatinya, bahkan trauma akan cinta bisa saja terjadi. Harapan yang terlalu berlebih kepada manusia yang hanya akan membawa luka mendalam. 

Tak mudah, sungguh mengobati patah hati. Beribu petuah dari orang lain, beribu nasihat yang terucap tak akan mampu mengobatinya. Rumit !!! Memang rumit namun ini bukan salah kita karena kita tak bisa mengatur rasa. Tapi, ini pun salah kita karena mencintai seseorang yang belum tentu akan jadi bagian dari hidup kita.

Hanya waktu dan memang biarkan waktu yang akan menunjukkan cerita terbaiknya. Kerana perasaan tak semudah itu untuk di bolak-balikkan. Kembali mengadu pada Sang Pemilik itulah jalan satu-satunya. Bukan mencari hati yang baru untuk sekedar pelampiasan.

Dan akan sebuah hal ini, hendakanya kita memulai introspeksi diri. Jangan pernah tanamkan rasa jika kita belum siap untuk menyemainya, belum tahu aturan mainnya, belum siap untuk terluka, dan belum siap untuk menjalin keseriusannya. Lebih baik kita menaruh harapan kepada Sang Pemberi Harapan, kembali kepada Sang Khalik.....